Pencak Silat Blog adalah blog yang secara khusus berusaha untuk mengenalkan Pencak Silat sebagai warisan luhur nusantara khususnya Indonesia agar lebih dikenal dunia

Sabtu, 06 Januari 2018

Variasi dan Kombinasi Teknik Pencak Silat (Disertai Gambar)

Variasi dan kombinasi dalam pencak silat dapat dilakukan dengan beberapa teknik. Teknik yang baik akan mendorong seorang atlet pencak silat untuk mendapatkan hasil yang terbaik.  Pembelajaran pencaksilat mampu membentuk : menghargai tubuh, syukur kepada sang Pencipta, berperilaku sportif, bertanggung jawab, menghargai perbedaan karakteristik, menunjukkan kemauan bekerjasama, toleransi dan mau berbagi dengan teman, disiplin, menerima kekalahan dan kemenangan. Berikut adalah variasi dan kombinasi teknik yang dapat dilakukan dalam olahraga pencak silat:
1. Variasi dan kombinasi gerak dasar pukulan
a. Persiapan
    Berdiri posisi awal, kedua lengan mengepal di depan dada dan kedua telapak kaki membentuk sudut 90°.
b. Pelaksananan
  1. Rendahkan kedua lutut ke samping bersamaan kedua lengan dipukulkan ke depan.
  2. Langkahkan kaki kanan ke samping bersamaan lengan kanan menyikut ke samping, lakukan dengan gerakan yang sama ke samping kiri.


Gambar Variasi dan kombinasi gerak dasar pukulan
2. Variasi Gerak Dasar Kuda-Kuda, Pukulan Depan dan Tendangan
a. Persiapan
    Berdiri posisi awal, kedua lengan mengepal di depan dada, kedua tumit dirapatkan, dan ujung-ujung jari kaki membentuk sudut 90°.
b. Pelaksananan
  1. Kaki kanan dilangkahkan ke kanan bersamaan dengan memukulkan tangan kanan, lengan lurus ke depan, disikukan ke belakang dan kembali dipukul ke depan.
  2. Lakukan tendangan dan tangkisan menggunakan kaki kanan.
  3. Kembali pada posisi awal.


Gambar Variasi Gerak Dasar Kuda-Kuda, Pukulan Depan dan Tendangan
3. Variasi teknik dasar tangkisan satu tangan, langkah, dan kuda-kuda
  1. Tangkisan luar
  2. Tangkisan dalam
  3. Tangkisan atas
  4. Tangkisan bawah
  5. Tangkisan siku dalam
Gambar Variasi teknik dasar tangkisan


4. Variasi gerak dasar tangkisan satu tangan dengan siku, langkah, dan kuda-kuda
    Berikut adalah gambar dari variasi tangkisan menggunakan siku:
gambar variasi tangkisan menggunakan siku
Baca juga: Lapangan dan Perlengkapan Pencak Silat
Pembelajaran Variasi dan Kombinasi Teknik Dasar
1. Individual
    Melakukan gerak rangkai, teknik dasar tangkisan, langkah, dan kudakuda secara berpasangan atau kelompok dengan koordinasi yang baik

2. Secara berpasangan
a. Persiapan
  1. Berdiri saling berhadapan
  2. Berdiri posisi awal kedua tumit dirapatkan dan ujung-ujung jari kaki membentuk sudut 90° dan kedua tangan mengepal depan dada.
gambar Latihan pukulan dan tangkisan berpasangan
b. Pelaksananan

  1. Orang pertama melakukan tendangan depan dan yang lainnya melakukan tangkisan tutup depan.
  2. Lakukan tendangan dan tangkisan menggunakan kaki kanan dan kiri (bergantian)
Share:

Tempat Belajar/ Latihan Silat di Jakarta

  1. Perguruan Silat Beksi Purbakala,  komplek IKPN Bintaro jalan pembangunan tepat dibelakang kampus Trisakti dirumah Bang Cone Pelatih Baba Matalih, Untuk info silahkan hubungi: baba matalih(087884478713) dan bang cone (081383231745) atau anto (02194962725)
  2. Perguruan Pencak Silat BEKSI TRADISIONAL H. HASBULLOH Sekertariat Umum : Ulujami-Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Indonesia. Info & Pendaftaran: –Bapak Sabenuh Masir– Jl. Cileduk Raya No. 10 RT 002 RW 03, Kelurahan Ulujami, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.12230 No. Fax : 021-725 3703 Hotline : 0815 995 3219
BEKSI : KOLAT (KELOMPOK LATIHAN)•  KOLAT BAPAK SABENUH MASIR bertempat di Ulujami.
•  KOLAT BAPAK NUR ALI bertempat di Ulujami.
•  KOLAT BAPAK FATHONI bertempat di komp. DEPLU, Pondok Aren
•  KOLAT SUDARA HAMDI bertempat di Peninggaran-Seskoal.
•  KOLAT ADRIANSYAH bertempat di Petukangan.
•  KOLAT BAPAK SUYITNO bertempat di Tomang Tol & Inpres Ciledug.
•  KOLAT BAPAK DASIK bertempat di Kampung Sawah.
•  KOLAT BAPAK MUALI bertempat di Jagakarsa.
•  KOLAT BAPAK SAIFUL bertempat di Kreo.
•  KOLAT SAUDARA JAMIL bertempat di Ulujami.
•  KOLAT SAUDARA RUKINO bertempat di Cipete.
•  KOLAT BAPAK EMBAY bertempat di Poncol.
LAIN-LAIN
  1. Silat Golok Seliwa Latihan setiap Rabu: Jam 19.00 Minggu: Jam 08.00 Tempat Masjid LIPI jalan Gatot Subroto Jakarta
  2. Gerak Saka/Gerak Rasa Belakang Wisma Bidakara, Jalan Rasamala, lantai 3 Tiap Selasa Malem jam 21.00
  3. Silat Sabeni Tenabang,  latian  hari Sabtu pukul 08.00 s.d. 10.00 di sekretariat Silat Sabeni, Kebon Jahe VIII, Tanah Abang. kontak person 0858-88 969 715 atau 995-18690.
  4. Cingkrik Sinan :  tempat latihan di ciledug belakang kantor Polisi. lebih tepatnye ada penjualan kacamata. Latihan setiap hari Minggu pagi, hubungi bang rosyid di nomor : 021 83475702
  5. Sanggar Betawi Si Pitung, Jl Yusuf No. 8, Rawa Belong
  6. Cingkrig Goning, Jalan Latumeten/Kampung Kramat RT 8/9 No.1 Kelurahan Grogol, depa majelis ta’lim Dzikrulloh Zakiayun Nufus, Pelatih Bpk TB Bambang Sudrajat
  7. Cingkrig Goning : Candradimuka martial art, Griya Tiga angsa. Jalan Pondok Cabe raya No. 5 (depan lapangan terbang), Jakarta Selatan. Latian setiap sabtu sore 16.00-18.00
  8. Silat Betawi TROKTOK Jalan Ulujami Raya Gg. H. Dillun RT 002/05 No. 17. Jakarta 12250. Email : troktokulujami@yahoo.com JADWAL LATIHAN SILAT TROKTOK H.M.SYUKRI HARI :SELASA & JUMAT WAKTU :19:30 S/D SELESAI
  9. Silat Pahaman Cirendeu Guru : Aliman Bin Umar (1930-2009) Aba Aliman berguru kepada Wa’ Manun, Wa' Manun Berguru kepada Wa’ Jimni dan Wa' Jimni berguru kepada Wa’ Siban Kampung Bulu. Kontak : Yayang Setiawan bin Aliman
 Silat Pahaman Lb. Bulus
Guru : Kong Usup (masih ngajar)
Kong Usup belajar dari Wa’ Suman dan Wa’ Manun, keduanya belajar dari Wa’ Jimni, wa' Jimni belajar dari Wa’ Siban Kampung Bulu.

Silat Pahaman H. Batong
Guru : Ustadz Jamun (masih mengajar)
Ustadz Jamun berguru kepada Haji Husein, haji Husein berguru pada batua Guru (Batua tugu meninggal umur 102 tahun)dan Batua Guru berguru pada Wa' Siban (Kampung Bulu)

Silat Pahaman Kp. Poncol  Guru : Toyib (masih mengajar)



  1. Cingkrig Mampang Prapatan : Jln.Pondok Jaya/Bangka Raya,Pela Mampang,Mampang Prapatan Jakarta Selatan. Lapangan Halaman Luar Gedung BALAI RAKYAT
  2. KRIDHA YUDA SINALIKA : Kasatriyan Kridha Taruna, jl.Tebet Dalam No 4 ,sampin SMK 13 latihan tiap hari Rabu dan Minggu jam 8 malam s/d 10 malam kontak mas Indra no Hp 0811177944 atau mas Fafa 081 285 44 085. Kasatriyan “Cakara Ningrat” ini bagi yg mau prifat atau latihan khusus langsung pada mas Dimas hp 0812 19993 993
  1. MERPATI PUTIH Gelanggang Remaja Jakarta Timur Jl. Otto Iskandardinata Raya No. 121 Jakarta Timur Telp. : 021 – 859 06068
  2. SILAT HARIMAU MINANG Jln.Fackrudin nomor 6 Tanah abang Jakarta Pusat atau Kontak Person Telp.0213912372 dengan Edwel Datuk Rajo Gampo Alam.
  3. TIGA BERANTAI (SI PECUT-SI KILAT-SERA- SABAR): bang ibrahim. kebon baru jak sel 085692941536
  4. MARGALUYU PUSAT: komplek panasonic gobel a4/13 rt4 cimanggis depok (pelatih bp bambang). jl muhi III/33 pondok pinang jaksel (pelatih mas rama)
  5. JIEN CHIN: jl mampang prapatan 15 duren tiha jaksel. pelatih kang adnan 08569345596. latiahan tiap malam sabtu dan minggu tiap jam 23.00.
  6. GERAK RASA SANALIKA: Babe nunung-gg salam ujung. rawabelong jakbar. bang nani-jl jamhur 2 no 94b jagakarsa jaksel
  7. IPOSI-BETAWI: RT 7/5 batuampar condet jaktim. 081511026125 (bang didi)
  8. PS SIN LAM BA: kolat universitas sahid dan smun 44 ( bang udin 02192845521) kolat alexindo rawalumbu beksi (bang gepeng a.k.a. andi sofyan).
  9. CIT BITIK: jl aup barat rt11/6 no 47 jati padang pasar minggu jaksel.latihan malam senin & kamis jam 8.
  10. SILAT PAHAMAN BABA NASAN, JL. Margasatwa Bango Raya No. 13 Pondok Labu, Jaksel Telp: 021-7591 3830
DI BAWAH INI ADALAH ALAMAT SILAT BETAWI DARI MAS O’ONG MARYONO (sumber  http://silatsilat.multiply.com/)01. Al Fauziah
  1. Marhasan Lili Sa’ari Pengajian Al Fauziah. Jl. Kebon Kelapa Tinggi. Rt 0014/013. Utan Kayu Jakarta Timur.02. Benteng Betawi
  2. Suradi Sa’aman Kp.Kelapa Moncokerto Jakarta Timur03. Cemeti Utama
  3. Atut Karyoto Utama/B.O Pos.Duri Kalibaru Rt.002/07 Gg.Fatahillah IV/14 Kel.Kalibaru Jakarta Barat.04. Dasa Budhi
  4. Ujang Rasidhi dan Nurdin Jln.Kramat Jaya Rt.005/01 Johor Baru Jakarta Pusat.05. Gerak Sakti
  5. M.Sani dan Abdurachman Jl.Kramat Kwitang IC/12B,Jakarta Pusat
  6. 06. Gerak Saka H.Sjafei Jl.Petojo Binatu II/28 Jakarta Pusat. 07. I.S.K.P Toha Sayuti dan  Yaya Alikittan Jl.Kramat Pulo Dalam Gg.14/C 133.Rt.009/004 Jakarta Pusat
  7. 08. Kera Putih Moh.Nurdin Jl. Jamblang I Dalam Rt.0013/05 No.19 Kerl.Duri Kec.Tambora
  8. Jakarta Barat.
  9. 09. Macan Betawi Drs.Zuarmansyach Jl.Keserdehanaan No. 35 Rt.011/05    Keagungan,Jakarata Barat
  10. 10. Mustika Kwitang Zakaria Jl.Kramat Kwitang I/II Jakarta Pusat.
  11. 11. Putra Utama Mursani Utama Jl.Kayu Manis IX Rt.007/09 no.56 Jakarta Timur.
  12. 12. Pusaka Sapu Jagat Endang M.S KebonPala I/32 Jakarta Timur
  13. 13. Purbakala M.Nawawi Jl.Ciputat Raya Gg.SarmiliRt.003/04. No.25 Kebayoran Lama
  14. Jakarta Selatan
  15. 14. Putra Condet Kontongan Sa’aman Gg.Mesjid Batu Ampar Condet, Jakarta Timur
  16. 15. Putra Jakarta M.Soleh (Oce) Sa’aman Otista III Kebon Nanas Utara II Rt. 005/07 No.8
  17. Jakarta Timur.
  18. 16. Pusaka Jakarta Atik Suwardi dan S.Sanusi Jl.Minagkabau Dalam No.03/Rt/005/06
  19. Menteng Atas Jakarta Selatan.
  20. 17. Sutera Baja Drs.Soedarmadji Oot Wasipodo Jl.Cilosari 29 Cikini Jakarta Timur.
  21. 18. Sunda Kelapa Ismail Wijaya Sa’aman Gg.Gobel TMII Jakarta Timur
  22. 19. Sinar Betawi Ramelan dan M.Soleh Jl.Baru Ancol Rt.016/05 Sunter Jakarta Utara.
  23. 20. Sinh Lam Ba A. Laysyak MT.Saputra Jaya Galur Selatan Rt.005/02 No.7 Harun Achmad
  24. Jl.Topas Jakarta Pusat.
  25. 21. P.S.R.I Syahbandar Drs.M.Haidir dan T.M. Satiri Jln. C.2 Karang Anyar No.222 Jakarta Pusat.
  26. 22. Permata Sakti Ir.Moch.Ihsan Jl.Raya Kebon Jeruk No.50 Kel.Kebon Jeruk Jakarta Barat.
  27. 23. Kancing7Bintang 12 H.Sani Gg.Mas Ali I No.5 Rt.008/03 Kel.Tanah Tinggi Jakarta pusat
  28. 24. Lembayung Senja 25.Waris Pusaka Kwitang Cacang Jl.Kramat Kwitang III B RT.007/06
  29. 27. Tiga Berantai Achmad Bunawar 28.Sinar Paseban Cucung Jl.Paseban no.49 Belakang Kel.Paseban
  30. 29.Mutiara Jl.Kampung Gedong Jakarta Timur 30.Segara Mustika Achmad Sachroni
  31. Jln.Pelopor Kel.Tegal Alur, Cengkareng
  32. 31. Papat Kalima Pancer Jl.Kerajinan Sekolah STM Jakarta barat
  33. 32. Rumpun Betawi Mahmud Persing II 009/01 Kalianyar Jakarta Barat 33. Jurus Berantai
  34. Achmad Musa Jl.Songsi Jakarta Barat
  35. 34 Cingkring Goning A.Sasmita Dr.Semeru Raya Gg.VI KampungKramat RT.005/09 Grogol Jakarta Barat
  36. 35. Selendang Putih Kp.Susukan Rt.009/07 No.55 Kel.Susukan Jakarta Timur
  37. 36. Putra Jaya Marsan Kp.Ceger, Cipayung TMII Jakarta Timur
  38. 37. Siku siku hitam H.mamak Kebayoran Lama Jakarta Selatan
  39. 38. Bunga Rampai Abd.Somad Jl.Persina Raya Tambora
  40. 39. Persahabatan M.Soleh Jl DD Belakang tukang sate
  41. 40.Beksi Simprug Sucipto Jl.Sinabung, Kp.Simprug RT./002/06 Kel Grogol Selatan
  42. 41. Bharata Mudjimien Condet
  43. 42. Gerak Sanalika Nunung Rawa Belong Jakarta Barat
  44. 43. RTI.Kartika Jaya Saari Jl.Mawar RT.001/06 Condet, Cibubur.
  45. 44.Tangan Kosong Ali su”eb Jl Haji Salihun Jakarta 12220
  46. 45. Ayu Pusaka Marullah Jl.Pramuka Sari 3 Jakarta Timur
  47. 46. MS.Jalan Enam Pengasinan Uwi Effendi Paseban Timur Jakarta Pusat
  48. 47. Serasi Betawi Amir Sn dan Ma’ruf Jl.Paseban Timur Gg.14/D -283 Jakarta Pusat
  49. 48. PS Simpu Partono Jl.H.A.Latif no 32 Rt.006/07 Karet Tengsin Jakarta Pusat
  50. 49. Taqwa Betawi Imam Sugiman dan RDS Surapati Jl.Paseban Timur Gg.8/D-149 Jakarta Pusat
JAKARTA SELATAN
PERISAI DIRI:
1. PLN Kantor Pusat
Selasa-Jumat, pkl. 19.30 – 21.00 wib. Minggu pkl. 08.00 – 11.00 wib.
Jl Trunojoyo, Blok M, depan Gedung Samapta Mabes Polri.
2. Bank Mandiri Kantor Pusat Lobby Auditorium Lantai 3,
Selasa dan Jum’at (Puasa, hari Kamis)
17.00-19.30/20.00 wib. Jl Jend. Gatot Subroto kav.36-38, diapit Komdak Metro & Ditjen Pajak.
3. SMUN-47
Jl Bendi Utama, Tanah Kusir – Kebayoran Lama, Senin dan Rabu, pkl. 18.00 – 19.30/20.00 wib.
4. SMPN-68 di dekat Kompleks BDN Cilandak. (Sementara sedang dalam proses pembangunan sekolah)
5. Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP)
Kompleks PUSDIKLAT Kehakiman dan HAM,  Jl Raya Gandul-Cinere, Gandul.
Senin-Kamis pkl. 16.00 – 18.00 wib. u/ tkt I dan II
Rabu pkl. 19.30 – 21.30 wib untuk tingkat III.
6. Al-Ihzar Pondok Labu
Hari Sabtu jam 16.00
7. SMUN-43
Jln Minangkabau Dalam I, Jakarta Selatan.
Selasa – Kamis, 16.30 – 18.00.
8. PORSUTA (Persatuan Olahraga Soekarno-Hatta)
Komplek BIN = Aula pertemuan Kompleks BIN
(dekat stasiun Pasar Minggu Baru)
Rabu – Jumat, 16.00 – 18.00.
Minggu 07.00 – 10.00
Jakarta-Timur GOR Jatinegara Jaktim
Jl Cipinang Muara III, Jaktim
Minggu 07.00 – 09.00
Riyan : 021-8643089, HP. 0816 1430156
Jakarta Barat:
PERISAI DIRI
-SMA 78, Rabu dan Sabtu jam 16.00-18.00 WIB, Pelatih MAs Abdullah
-Univ Trisakti, Selasa dan Jumat jam 18.00-20.00 WIB, Minggu jam 08.00.10.00 Pelatih Mas Agus dan Mas Tongam sinaga
-Depan Auditorium lt 3 Bank Mandiri Pusat Gatot Subroto Selasa dan Jumat 17.30-19.30 WIB
Semoga belum berubah jadwal dan lokasinya

UPDATE AGUSTUS 2012
  1. Cingkrik (Tangkep-pukul) : Sanggar Naga Sari, Jalan H Mandor Salim, lapangan pool taksi, srengseng, Jakarta Barat, kontak :  Bang Arkani (021) 89547611
  2.  silat aliran Kong Rachmad,   Tempat  : Masjid Jami' Al Ma'mur  Jl. KH Mas Mansyur, Tanah Abang - Jakarta Pusat Waktu          : Tiap hari Jum'at malam Sabtu, Ba'da Sholat Isya s/d selesai Pengajar      : Bang Amri Mukhlis
  3. Perguruan Pencak Silat Beksi (Silat Beksi)  :  Contact Person: H. Basir, SE: 085284745230 Endang S.H: 98665319 Agus Salim: 92126160 Hamdi: 95170311 KOLAT: Bintaro: Deden: 95506334 Senopati: jajat: 085717552404 P satria: Asep:085717646734 ciledug: Hendra 08176680798 Rempoa: Babay: 0818691115
  4. Sanggar Seni Budaya Betawi Si Bontot Jalan Sanggrahan Gg Nabet/ Gg H. Briti RT 05/09 No 41 Kembangan Selatan-JakBar Tel 02190468599-0818169410 
  5. PADEPOKAN JURUS JALAN ENAM PENGASINAN -JOMBANG -TANGERANG SELATAN Guru BEsar Kong Waris .alamat kampung masjid RT 03 /03 kelurahan jombang kec.ciputat kota tangerang selatan. untuk informasi kontak Fahmi Zulfahmi Ade 021-96955214. Waktu latihan : RABU MALAM dan MNGGU MALAM
  6. Silat Betawi Langkah Troktok Jl.  H DILUN RT OO2/OO5 ALM H SUKRY ULUJAMI latihan malam senin dan malam kamis jam.20.30 wib . phone 081315924414 - 085885586787
  7. Silek Harimau Minangkabau dibawah bimbingan Edwel Yusri Datuk Rajo Gampo Alam. Cabang Utama:
    Jl. Fakhrudin No 6 Tanah Abang
    Jakarta Pusat -Telpon : 021-3156139 Mobile Edwel Yusri : 08129509711
    Pak Kori : 081311111333. Jadwal Latihan : Selasa dan Jumat : Jam 18.30 - 20.30 WIB
    Minggu : Jam 09.00 - selesaiJl. Fakhrudin No 6 Tanah Abang Jakarta Pusat (depan Hotel Millenium)

    PS Sin Lam Ba
    contact Sin Lam Ba Universitas Sahid
    Bang Udin (Ahmad Syarifuddin) 087782217173

    Padepokan Pencak Silat Indonesia Jakarta Timur

    1. Gerak Gulung Budi Daya, kontak person hubungi Eka
    2. PSCG Cingkrig Goning info dan kontak person ada di SINI

    Perguruan Senam Beladiri Citbitik Mayangkara

    Balai Rakyat Pasar Minggu pada hari rabu dan jum’at pada jam 16.00 – 17.00 wib.
    Untuk Info lebih lanjut bisa hubungi  e-mail sekretariat di bawah ini :
    sekretariat@citbitikmayangkara.org
    1). Bang Udin 021-91374623
    2) Deni   081385114000
    Perguruan Pencak Silat  Padjadjaran Cimande 
    Kota Depok Membuka Pendaftaran Anggota 
    Latihan Setiap hari Kamis dan Minggu jam 16.oo
    Tempat : SMP Dharma Pertiwi

    Contact Person : Sdr. Yusuf Sarwoedi : 085692644490
     


    Perguruan Silat TADJIMALELA
    di Jakarta Timur,tepatnya di Unit Latihan Munjul Jalan Raya Munjul, Gg. Pandu Rt.01/05 No.7 Munjul, Cipayung - Jakarta Timur telp. (021) 9972 3735 
     
  8. Citibitk Mayangkara :Update informasi tempat dan jadwal latihan Persilatan Citbitik Mayangkara :
    Tempat latihan : Gg. Mawar Pasar Minggu
    Waktu latihan : Setiap hari rabu dan jumat (kelas remaja) dan malam kamis dan malam sabtu (kelas dewasa)
    atau dapat menghubungi:
    Bang Udin (087877627524) 

  9. Perguruan Al Hikmah - Jaga Diri Lahir Batin.
    Jl. Cipulir I no 40 Rt 05/ rw 08. kelurahan Cipulir. kecamatan kebayoran lama. Jakarta Selatan. 12230
    Jadwal latihan : Sabtu/Minggu pagi jam 7-9. Private tergantung murid.
    Hub : H. Joni,SE.AK.MM hp: 0812 184 8634. & 0857 1725 2840

    Sumber:forumsilat.blogspot.co.id

    Kata Kunci:
    teknik silat
    aplikasi silat
    silat kartun
    pencak silat video
    perguruan pencak silat tertua
    silek wiki
    perguruan pencak silat tertua
    jurus pencak silat
    pencak silat video
    manfaat pencak silat
    tujuan pencak silat
    berikut yang termasuk teknik pukulan kecuali
Share:

Pisau Kerambit Cula- Karambit- Pisau Pencak Silat- Pisau Tradisional


- Panjang keseluruhan: 24 cm
- Panjang bilah: 12.5 cm
- Lebar bilah: 3 cm
- Tebal maksimal bilah: 3 mm
- Tajam 1 sisi
- Bahan bilah: Baja
- Bahan sarung: Kulit imitasi

Share:

PENCAK SILAT EDISI KETIGA - JOHANSYAH LUBIS - BUKU OLAHRAGA


Judul: PENCAK SILAT EDISI KETIGA
Pengarang: Dr. Johansyah Lubis, M.Pd.
Penerbit: Rajawali Pers
Cetakan Ke: Cet. 3
Tahun Terbit: 2016
Bahasa: Indonesia
Jumlah Halaman: 184 hlm
Kertas Isi: HVS
Cover: Soft
Ukuran: 17 x 25 cm
Berat: 200 gram
Kondisi: Baru
Harga: RP 124.500
Stock:1

DAFTAR ISI

BAB 1 PERKEMBANGAN PENCAK SILAT

Perkembangan di tanah melayu

Perkembangan pencak silat di tanah air

Terbentuknya istilah 10 perguruan historis

Perkembangan nomor-nomor yang dipertandingkan

Perkembangan pencak silat di australia

Perkembangan pencak silat di afrika selatan

Nilai-nilai pencak silat

BAB 2 TEKNIK DASAR

Keterampilan pencak silat

Kuda-kuda

Sikap pasang

Pola langkah

Belaan

Hindaran

Serangan

Tangkapan

BAB 3 KATEGORI TANDING

Pertandingan kategori tanding

Ciri khad pertandingan pencak silat

BAB 4 KATEGORI TUNGGAL

Jurus tunggal

Perlengkapan bertanding

Tahapan pertandingan

Waktu pertandingan

Tata cara pertandingan

Ketentuan bertanding

Hukuman

Penilaian

Penentuan dan pengumuman pemenang

BAB 5 KATEGORI JURUS GANDA

Aturan perlombaan

Teknik-teknik kategori jurus ganda

BAB 6 KATEGORI JURUS REGU

Aturan perlombaan

Rangkaian baku beregu

Bab 7 WASIT – JURI

Pengertian Wasit-Juri

Pedoman Mewasiti

BAB 7 EVALUASI PENCAK SILAT

Aspek antropometri

Aspek fisiologis

Aspek keterampilan dasar

Aspek mental emosion

Share:

Jumat, 05 Januari 2018

Silat Sunda Jaman Kerajaan Sunda Pajajaran | Dua Puluh Strategi Perang Sunda Abad Ke-16


BAGAIMANA strategi orang Sunda dulu berperang, belum banyak dibahas. Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian hanya menyebutkan nama-nama strategi perang yang diterapkan paling tidak sampai abad ke-16.

Dalam Sanghyang Siksakandang Karesian disebutkan, "Bila ingin tahu tentang perilaku perang, seperti makarabihwa, katrabihwa, lisangbihwa, singhabihwa, garudabihwa, cakrabihwa, sucimuka, brajapanjara, asumaliput, meraksimpir, gagaksangkur, luwakmaturut, kidangsumeka, babahbuhaya, ngalinggamanik, lemahmrewasa, adipati, prebusakti, pakeprajurit, tapaksawetrik, tanyalah panglima perang." (Saleh Danasasmita, dkk., 1987).

Tulisan ini mencoba mendeskripsikan strategi perang dimaksud. Mudah-mudahan bisa jadi bahan kajian yang lebih mendalam untuk berbagai pemanfaatan.

1. Makarabihwa.
Cara mengalahkan musuh dengan tidak berperang. Mengalahkan musuh dari dalam musuh itu sendiri, dengan menggunakan kekuatan pengaruh. Praktik merusak kekuatan musuh dari dalam agar merasa kalah sebelum berperang.

2. Katrabihwa.
Posisi prajurit saat menyerang musuh, ada yang ditempatkan di atas, biasanya dengan menggunakan senjata panah, dan prajurit yang di bawah, biasanya menggunakan tombak dan berkuda.

3. Lisangbihwa.
Sebelum perang dimulai, Panglima Perang/Hulu Jurit mengumpulkan pasukan tempurnya agar seluruh prajurit berteguh hati menjadi pasukan yang berani dan bersemangat berperang untuk mengalahkan musuh walaupun kekuatan lebih kecil.

4. Singhabihwa.
Mengalahkan pertahanan musuh dengan cara menyusup. Para penyusup merupakan tim kecil yang jumlahnya hanya lima orang, terdiri atas ahli perang, ahli strategi, dan ahli memengaruhi musuh. Musuh terpengaruh oleh strategi yang kita lancarkan sehingga pada tahap ini musuh hancur oleh pikirannya sendiri. Waktunya sangat lama.

5. Garudabihwa.
Memusatkan kekuatan pasukan pada posisi yang tersebar di beberapa titik penting yang telah ditentukan untuk pertempuran. Kekuatan di setiap titik jumlahnya 20 orang. Dengan simbol-simbol khusus, prajurit yang tersebar itu akan menyerang secara berbarengan dan sekaligus, kemudian menyebar kembali untuk mempersiapkan penyerangan berikutnya.

6. Cakrabihwa.
enyusupkan beberapa orang prajurit ke benteng pertahanan musuh dengan cara rahasia dengan tujuan utama untuk menyusupkan persenjataan yang kelak akan digunakan oleh pasukan saat bertempur. Mereka harus prajurit yang sangat terlatih dan mengetahui medan, serta mengetahui cara-cara penyusupan.

7. Sucimuka.
Upaya pembersihan musuh setelah perang usai sebab biasanya masih ada musuh yang berdiam di persembunyian. Para prajurit harus mengetahui daerah-daerah yang pantas digunakan sebagai tempat berlindung dan menjadi persembunyian musuh yang sudah tercerai-berai. Prajurit harus mengetahui jalan-jalan yang dijadikan tempat untuk meloloskan diri. Pembersihan ini sangat penting agar musuh tidak menghimpun kekuatannya kembali.

8. Brajapanjara.
Mendidik beberapa orang musuh agar bekerja untuk pihak kita. Setelah dianggap tidak membahayakan, mereka dilepas kembali ke daerahnya untuk dijadikan mata-mata. Orang itulah yang akan mengirimkan informasi mengenai kekuatan musuh, seperti jenis dan jumlah senjata yang mereka miliki, dan strategi perang apa yang akan digunakan. Harus sangat hati-hati saat mendidiknya.

9. Asumaliput.
Setiap prajurit harus mengetahui tempat berlindung atau bersembunyi serta tidak akan diketahui musuh, seperti di dalam gua, tetapi harus pandai melihat situasi.

10. Meraksimpir.
Cara berperang ketika prajurit berada di daerah yang lebih rendah, sedangkan musuh berada di daerah yang lebih tinggi. Bila posisinya demikian, pasukan dipersenjatai dengan tombak dan berkuda.



11. Gagaksangkur.
Cara berperang ketika prajurit berada di daerah yang lebih tinggi, sedangkan musuh berada di bawah. Cara mengalahkan musuh dari atas, seperti cara meloncat atau menghadang.

12. Luwakmaturut.
Gerakan untuk memburu musuh yang kabur dari lapangan pertempuran. Prajurit harus tahu cara pengejaran yang paling cepat di berbagai medan yang berbeda. Pengejaran musuh harus sampai di tempat persembunyiannya, apakah di air, atau yang lari ke dalam hutan.

13. Kudangsumeka.
Cara menggunakan pedang yang lebih kecil. Bila menyusup ke daerah musuh, prajurit harus mengetahui cara-cara menyembunyikan pedang/senjata itu agar tidak diketahui musuh.

14. Babahbuhaya.
Cara menghimpun kekuatan prajurit pada saat pasukan tertekan dan terjepit musuh, seperti cara/upaya memulihkan mental, semangat, dan kekuatan prajurit. Dilatihkan ke mana harus berlari, jangan sampai berlari ke daerah kekuatan musuh. Cara bagaimana bila saat berlari ada musuh di depan, atau musuh yang terus mengejar, serta cara bagaimana memilih tempat perlindungan. Bila terlihat aman, prajurit merundingkan upaya penyelamatan dan merencanakan penyerangan balik.

15. Ngalinggamanik.
Prajurit yang sudah terlatih dipersenjatai dengan senjata rahasia, atau senjata keramat kerajaan, seperti tombak. Prajurit dilatih untuk mengendalikan senjata keramat itu, bila tidak, bisa-bisa prajurit itu yang terpental atau pingsan.

16. Lemahmrewasa.
Cara berperang di hutan belantara atau di tempat-tempat yang rimbun, terutama ketika pasukan dalam keadaan terdesak dengan senjata pasukan yang sudah tidak mampu melayani kekuatan persenjataan musuh. Semua potensi yang bisa digunakan sebagai senjata dimanfaatkan, seperti batu atau batang pohon.

17. Adipati.
Teknik untuk melatih prajurit yang akan dijadikan prajurit dengan kemampuan khusus. Pasukan komando yang mempunyai kemampuan perseorangan yang tangguh dan dapat diandalkan.

18. Prebusakti.
Setiap prajurit dibekali latihan keahlian khusus seperti tenaga dalam agar senjata lebih berisi, lebih matih, punya kekuatan mengalahkan musuh secara luar biasa.

19. Pakeprajurit.
Sering kali raja menitahkan untuk tidak berperang. Prajurit terpilih, yaitu prajurit yang sudah terlatih untuk berunding, mengadakan perundingan-perindingan sehingga musuh dapat dikalahkan tanpa berperang. Namun, Panglima Perang/Sang Hulu Jurit, sesungguhnya menghendaki kemenangan dengan cara berperang.

20. Tapaksawetrik.
Cara-cara berperang di air. Bagaimana cara mengelabui musuh agar tidak mengetahui pergerakan prajurit, serta cara-cara menggunakan senjata di air, seperti di sungai. Prajurit harus terlatih untuk mendekati musuh melalui jalan air.

Senjata
Persenjataan yang digunakan dalam perang pada zaman itu pada umumnya sudah berupa senjata dari logam, apakah itu tombak ataupun pedang. Peninggalan senjata yang ditemukan di beberapa tempat di Jawa Barat, masih dapat dilihat di Museum Nasional di Jakarta (Lihat Dr. N.J. Krom, Laporan Kepurbakalaan Jawa Barat 1914). Sementara itu, kendaraan yang digunakan saat bertempur pada umumnya adalah kuda.
Tulisan ini merupakan upaya pendahuluan untuk mengetahui deskripsi dari setiap istilah strategi perang yang terdapat dalam Sanghyang Siksakandang Karesian. Mudah-mudahan bermanfaat dan dapat diterapkan dalam berbagai keperluan, seperti manajemen dan kepemimpinan.***

T. BACHTIAR
Alumnus Suscados Lemhanas angkatan XIII - 1985, anggota Masyarakat Geografi Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung.

Sumber: sahabatsilat.com
Share:

Akar Sejarah Silat Sunda


Sejauh ini akar Pencak Silat secara umum belum dapat diketahui, baik itu mulai kapan keberadaannya ataupun penamaannya.

Dari beberapa referensi yang ada kemungkinan baru silat Minang, Jawa dan Silat Sunda saja yang agak sedikit  jelas tertera melalui manuskrip,  artefak atau relief candi meskipun masih blur keterangan mengenai namanya pada waktu itu.

Khusus silat Sunda, ditemukan beberapa manuskrip yang menunjukkan ke arah itu, salah satunya Sanghyang Sikshakandha Ng Karesiyan yang agak gamblang membabarkannya dalam satu kidung tentang perang.

Dalam Palagan Bubat tertera 7 penca, dalam Soepandi & Atmadibrata 1977:45 dituliskan dalam bahasa sunda kiwari (masa kini) saduran dari Hoen 1878:99 :


Puluh-puluh rombongan heunteu kaitungTujuh rupa penca, anu ulin pakarang baeLain deui bangsa, serimpi bedaya
Puluh-puluh rombongan tidak terhitung,Tujuh rupa penca,  yang memainkan senjataBerbeda lagi bangsa, serimpi bedaya.

Ket:
Puluh-puluh disini bukan berarti banyak orang, melainkan hanya 23 orang Pajajaran yang terdiri dari dari 20 pembesar kerajaan (terdiri dari 11 pengawal raja & keluarganya, 9 dayang-dayang pengiring penganten dan nayaga), Sang Prabu Maharaja Linggabuwana Wisesa, Permaisuri Retna Lisning, dan putrinya Dyah Pitaloka. Semuanya gugur melakukan bela pati, sementara Permaisuri Ratna Lisning dan Dyah Pitaloka melakukan suduk salira (bunuh diri). Dari 20 pejabat kerajaan Sunda, dua orang diantaranya adalah Ki Nakhoda Braja dan Ki Nakhoda Bule yang mampu menewaskan lebih dari seratus orang.

Dari sumber yang lain diketahui bahwa iring-iringan itu didampingin juga oleh pasukan khusus pengawal raja, dikenal dengan nama Pasukan Balamati, yang berjumlah kira-kira 200 orang (ada yang menyebut juga 300 orang). Pasukan Balamati ini dilatih secara khusus dan diwajibkan untuk menguasai 7 aliran penca yang disebutkan oleh Kang Jali di atas. Pasukan inilah yang akhirnya berhadap-hadapan dengan lebih dari 2500 anggota Bhayangkara (Pasukan Khusus pimpinan Patih Gajah Mada).

Apabila diterjemahkan secara bebas, Sanghyang Sikshakandha Ng Karesiyan berarti kurang lebih Aturan Umum Kenegaraan (hasil keputusan Pejabat Tinggi). Mengenai Penca nya sendiri disebutkan bahwa anggota kerajaan diwajibkan menguasai Penca sesuai tingkatannya dalam kerajaan. Sedangkan masyarakat umum dibebaskan dari kewajiban tersebut, dan diutamakan lebih bertani dan berladang (dalam masa tersebut, peperangan bukan hanya memperebutkan wilayah, tetapi juga penduduknya, sebagai tenaga kasar dalam menghasilkan hasil ladang untuk negara). 

Mengenai apa 7 rupa penca tersebut, Cimande memang menjadi salah satu kandidat yang cukup kuat. Dalam catatan seorang tokoh Maenpo Cikalong/Sabandar disebutkan bahwa sebelum lahirnya Cikalong dan datangnya Sabandar, di bumi Sunda sudah menyebar penca Cimande dengan berbagai variasinya. Peran Abah Khaer sendiri adalah sebagai penyebar dan bukan pencipta. Abah Khaer dianggap sesepuh yang melakukan pengajaran dan penyebaran Cimande (saat itu) dengan lebih terbuka dan terstruktur (menjadi cikal bakal Cimande Tarik Kolot). Pendapat ini bertentangan dan memicu kepada perdebatan mengenai penciptaan Cimande oleh Abah Khaer dari hasil petunjuk istrinya yang melihat pertempuran antara Harimau (Maung / Macan --> Pamacan) dengan Monyet (--> Pamonyet). Sekedar informasi, di beberapa daerah di bumi parahyangan sendiri dikenal Penca Pamacan (Jurus Harimau) dan Pamonyet (Jurus Monyet).

Keberadaan dua penca tersebut (Pamacan dan Pamonyet) selalu dihubung-hubungkan dengan keberadaan Cimande itu sendiri. Walaupun secara kaedah ketiga Penca tersebut cukup jauh berbeda.


Kembali kepada penca Cimande yang "tidak mendapat sentuhan" Abah Khaer (ini istilah pribadi saya), Penca ini juga tetap berkembang dan dikenal dengan nama Cimande Buhun. Berbeda dengan Cimande Tarik Kolot, Cimande Buhun ini tidak memiliki sistem pengajaran sistematis seperti Cimande Tarik Kolot. Walaupun begitu, di kelompok ini Abah Khaer tetap dianggap sebagai pelopornya, disamping nama-nama lainnya yang sepertinya lebih cenderung kepada mitos.

Para praktisi meyakini Cimande salah satu yang tersisa dari ke tujuh penca itu, entah darimana data yang digunakan. Mengingat sejarah Cimande baru sebatas hanya diciptakan oleh Abah Khaer/Kahir melalui pengalaman usik dengan isterinya yang mendapat ilham ketika melihat pertarungan maung dengan kera. Hal ini diperkirakan terjadi abad 18, artinya beberapa abad jauh setelah Palagan Bubat.

Di artefak Batujaya, Babelan Bekasi ditemukan adegan perkelahian dengan kembangan-kembangan seperti silat, dengan nama uncul, ini terjadi sekitar abad ke 3M kemungkinan di zaman Salakanagara (Wangsakerta)...yg sekiranya ini benar maka terkuaklah bela diri  yang mendahului  Pajajaran. Di Siksakandha Ng Karesiyan ada 16 taktik tempur Pajajaran yang dari namanya kemungkinan bisa diindikasikan nama bela diri tersebut.

Aan Merdeka Permana (Pengamat folklor dan penulis Bandung), pernah meneliti dua daerah yang dianggap berkaitan erat dengan kekuatan militer Pajajaran, yaitu di Bojongemas dan Surade, Sukabumi Selatan.

Di Bojongemas, kabupaten Bandung yang merupakan tempat akademi militer dan Kamasan di zaman Prabu Surawisesa dulu, beliau mendapatkan nama Sentak Dulang sebagai salah satu nama bela diri Pajajaran. Sentak Dulang pada saat ini dikenal sebagai nama gunung disana.
Belum lagi di Surade yang terkenal sebagai tempat i'tikaf nya Prabu Bunisora dan Pusat pelatihan pasukan khusus Pajajaran.

Di kitab Purwaka Caruban Nagari dan Babad Klayan, banyak didapati nama-nama ilmu yang digunakan Kian Santang.

Sumber: sahabatsilat.com
Share:

Sejarah Singkat Ulin/ Silat Cimande | Silat Sunda

Berdasarkan alirannya, beladiri Pencak Silat yang ada di Jawa Barat dibagi berdasarkan beberapa aliran. Diantaranya Cimande, Cikalong, Syahbandar dan beberapa aliran lainnya lagi.
Pencak Silat Cimande untuk pertamakalinya disebarkan oleh Sakir penduduk Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur. Sakir adalah salah seorang tokoh Pencak Silat, serta ilmu kebatinan Sakir dikenal ?luhung elmu?nya. Karenanya, Sakir sangat disegani masyarakat. Penduduk setempat menganggap Sakir sebagai orang tua mereka sendiri.
Banyak pula muridnya yang sengaja belajar Pencak Silat. Pada saat itu yang memerintah Kabupaten Cianjur ialah Bupati R. Aria Wiratanudatar II sebagai Bupati yang ke V dari keturunannya. R. Aria Wiratanudatar II juga dikenal dengan sebutan Dalem Enoh, memerintah Kabupaten Cianjur antara tahun 1776-1813. Setelah diketahui Dalem, diangkatlah Sakir menjadi guru Pencak Silat dan keamanan di Kabupaten. Diantara muridnya yang termashur ialah putra dalem Enoh yang bernama R. Wiranaga yang mendapat julukan Aria Cikalong.
Menurut para ahli sejarah di Kabupaten Cianjur, selain R. Wiranagara terdapat pula R. Obing Ibrahim dan R. Haji Ipung Prawirasudibja. Merekalah yang menerangkan, bahwa pada tahun 1780 Sakir pernah dicoba kemahirannya dalam Pencak Silat dengan orang Cina dari Macao bertempat dialun-alun Cianjur dan pada kesempatan itu Sakir yang menang.
Pada tanggal 2 April 1812 R. Aria Wiratanudatar II atau lebih dikenal dengan nama R. Enoh meninggal dunia. Beliau meninggalkan 3 orang putra yakni : Aria Wiranagara yang lebih dikenal dengan nama Aria Cikalong, R. Natanagara yang setelah menunaikan Ibadah Haji lebih dikenal dengan nama R. Haji Muhamad Tobri dan Aom Abas yang kemudian menjadi Bupati Limbangan.
Untuk selanjutnya, Sakir dibawa pindah oleh R. Aria Natanagara ke Bogor. Oleh Bupati Bogor Sakir diangkat menjadi pengawal Bupati. Selama Sakir mengabdi pada Bupati Bogor, beliau bertempat tinggal di Cimande (Kabupaten Cianjur). Karena itulah Pencak Silat yang diajarkan dan disebarkan oleh Sakir disebut Pencak Cimande.
Menurut cacatat yang diperoleh, tersebarnya Pencak Cimande di Cianjur hanya sampai tahun 1813. Namun kemudian pada tahun 1819, pencak Cimande ini tersebar di Cianjur sebelah Selatan. Penyebaran Pencak Cimande ini dilakukan oleh putra-putra dan murid-muridnya Sakir. Mereka menyebar ke daerah Cianjur sebelah Selatan dan Garut Selatan khususnya di daerah-daerah perkebunan sebagai sasaran operasionalnya. Hal ini berlangsung sampai tahun 1930. Setelah penyebaran Pencak Cimande, disusul pula dengan Pencak Cikalong dan Syahbandar yang disebarkan oleh para putra dan murid R. Haji Ibrahim dari Cikalong.
Adapun yang menciptakan serta mengkreasikan Pencak Cikalong adalah . R. Haji Ibrahim turunan ke 9 dari Dalem Cikundul, Majalaya Kecamatan Cikalong Kulon. Ayahnya adalah R. Rajadireja, yang lebih dikenal sebagai Aom Raja, dan kakeknya adalah R. Wiranagara yang lazim disebut Aria Cikalong.
R. Haji Ibrahim dilahirkan pada tahun 1816. Keahlian dalam Pencak Silat diperolehnya pula dari leluhur kakeknya yang merupakan murid terpandai dari Sakir.
R. Haji Ibrahim mulai belajar Pencak dari R. Ateng Alimudin seorang putra Tubagus Kosim, yang merupakan keturunan ke 13 dari Sultan Hasanudin (Banten). R. Alimudin menikah dengan R. Siti Hadijah, ipar dari R. Haji Ibrahim. Sebenarnya R. Haji Ibrahim bukan hanya berguru kepada R. Ateng Alimudin saja, tetapi dalam melengkapi pengetahuannya tentang Pencak, R. Haji Ibrahim berguru pula pada Abang Ma’rup, Abang Madi, Abang Kari dan beberapa pendekar Pencak Silat lainnya

TENTANG SILAT CIMANDE
Sebenarnya apa sih pencak silat Cimande itu? Cimande adalah jenis pencak silat yang mengandalkan tangan kosong untuk membela diri. Dalam arti, gerakan-gerakan yang dilakukan seorang pendekar menjadi gerakan yang mengeksploitasi ang-gota tubuh manusia sebagai anugerah Tuhan.


guru besar
Bahwa ada juga jurus atau gerakan yang menggunakan tongkat, itu lebih dimaksudkan sebagai simbol pengakuan: tubuh manusia, khususnya kedua tangan tetap saja memiliki berbagai keterbatasan. Selain membentuk kekuatan fisik, silat Cimande juga membentuk kekuatan batin dengan meningkatkan rasa kepercayaan diri dan menimbulkan kerendahan hati. Sebenarnya, makna yang terkandung dalam ilmu silat Cimande adalah penjabaran dari sebuah filosofi yang menuturkan bahwa di atas langit masih ada lagi langit lain yang lebih tinggi. Di atas puncak gunung, ada puncak gunung yang lebih tinggi. Sehebat apapun manusia, pasti ada manusia lain yang lebih hebat dan kuat. Dengan dasar filosofi itulah ajaran silat Cimande menuntun seseorang menjauhkan diri dari sifat kesombongan.

Awalnya silat Cimande dipopulerkan oleh Abah Kahir. Dialah yang pertama kali menciptakan aliran Cimande. Lelaki yang hidup sekitar abad ke-17 dan tinggal di tepian sungai Cimande, Bogor, Jabar ini, menurut cerita, menciptakan jurus berdasarkan gerakan seekor monyet dan harimau. Inilah yang menjadikan Cimande menjadi terkenal dengan pencak silatnya. Bahkan sudah terkenal dengan nama silat Cimande.

Jurus yang dilatih

    Jurus Harimau/Pamacan (Pamacan[6], tetapi mohon dibedakan pamacan yang “black magic” dengan jurus pamacan. Pamacan black magic biasanya kuku menjadi panjang, mengeluarkan suara-suara aneh, mata merah dan lain-lain).
    Jurus Monyet/Pamonyet[7] (Sekarang sudah sangat jarang sekali yang mengajarkan jurus ini, dianggap punah).
    Jurus Pepedangan[8] (ini diambil dari monyet satunya lagi yang memegang ranting).[9]

Cerita di atas sebenarnya lebih cenderung mitos, tidak bisa dibuktikan kebenarannya, walaupun jurus-jurusnya ada [10]. Maenpo Cimande sendiri dibawa ke daerah Priangan Timur dan Cianjur selatan oleh pekerja-pekerja perkebunan teh. Hal yang menarik adalah beberapa perguruan tua di daerah itu kalau ditanya darimana belajar Maenpo Cimande selalu menjawab "ti indung" (dari ibu), karena memang mitos itu mempengaruhi budaya setempat, jadi jangan heran kalau di daerah itu perempuan pun betul-betul mempelajari Maenpo Cimande dan mengajarkannya kepada anak-anak atau cucu-cucunya, seperti halnya istrinya Abah Khaer mengajarkan kepada Abah Khaer.

Perkembangannya Maenpo Cimande sendiri sekarang di daerah tersebut sudah diajarkan bersama dengan aliran lain (Cikalong, Madi, Kari, Sahbandar, dan lain-lain). Beberapa tokoh yang sangat disegani adalah K.H. Yusuf Todziri (sekitar akhir 1800 – awal 1900), Kiai Papak (perang kemerdekaan, komandannya Mamih Enny), Kiai Aji (pendiri Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka, perang kemerdekaan), Kiai Marzuk (Maenpo H. Marzuk, zaman penjajahan Belanda), dan lain-lain 

Tujuan dari Pencak Silat Cimande ini yaitu untuk
    Terwujudnya kesadaran yang mendalam tentang jiwa pencak silat Cimande sehingga dapat mengamalkan secara konsekuen. Sebagai insan hamba Allah, sebagai insan Sosial Budaya, sebagai insan pencak silat Cimande, dan sebagai insan Warga Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    Terwujudnya keluarga besar pencak silat Cimande yang taat dan saleh dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang diyakini masing-masing.
    Terwujudnya pembinaan tradisi, adat istiadat dan ajaran yang mempunyai nilai-nilai luhur yang selaras dengan kehidupan dan tata kehidupan pancasila dan UUD 1945.
    Terwujudnya sikap dan prilaku hidup serta amal perbuatan keluarga besar pencak silat Cimande yang berpedoman pada Taleq.
    Terwujudnya dan terpeliharanya identitas anggota keluarga besar pencak silat Cimande dimana saja mereka berada.
Taleq Cimande

Pencak silat Cimande adalah seni budaya bela diri yang mengandung nilai-nilai , norma-norma maupun perilaku yang di junjung tinggi dan diwariskan dari leluhur Cimande kepada generasi-generasi secara turun-temurun sebagai hasil proses sejarah dan merupakan tradisi dalam kehidupan masyarakat keluarga besar pencak silat Cimande berdasarkan taleq [15]. Didalam kehidupan keluarga besar pencak silat Cimande , Taleq ini merupakan kode etik yang harus ditaati dan ditepati oleh keluarga besar Cimande dengan sebaik-baiknya.

Taleq Cimande sebagai kebudayaan telah menunjukan nilai-nilai hidup dan makna susila yang berjiwa selaras dengan Pancasila, merupakan pendukung penghayatan nilai-nilai yang luhur dari Budaya Indonesia.
Taleq

    Harus taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
    Jangan melawan kepada ibu dan bapak serta orang yang sudah tua.
    Jangan melawan kepada guru dan ratu (pemerintah).
    Jangan judi dan mencuri.
    Jangan ria takabur dan sombong.
    Jangan berbuat zina.
    Jangan bohong dan licik.
    Jangan mabuk-mabukan dan menghisap madat.
    Jangan jahil, menganiaya sesama makhluk Tuhan.
    Jangan memetik tanpa izin mengambil tanpa minta.
    Jangan suka iri hati dan dengki.
    Jangan suka tidak membayar hutang.
    Harus sopan santun, rendah hati,ramah tamah dan saling menghargai sesama manusia.
    Berguru Cimande bukan untun gagah-gagahan, kesombongan, dan ugal-ugalan, tapi untuk mencari keselamatan dunia dan akherat.

Hakekat kepribadian Taleq Cimande

    Adanya kesadaran terhadap Allah SWT.
    Memiliki kesadaran menjadi warga Negara yang taat dan patuh kepada pemerintah.
    Mempunyai nilai-nilai hidup atau budi pekerti yang luhur dan makna kesusilaan.
    Mempunyai kesadaran untuk memelihara kerukunan hidup, persatuan dan kesatuan bangsa, dan kerukunan dalam kehidupan beragama.

Hakekat insan pencak silat Cimande

    Insan yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya.
    Anggota masyarakat yang mengutamakan kekeluargaan dan gotong royong.
    Warga Negara yang taat dan patuh kepada pemerintah.
    Manusia yang beramal, menjunjung tinggi serta menghormati adat istiadat yang telah turun temurun menjadi sendi-sendi kehidupan masyarakat dan bangsa , memelihara tradisi bangsa dalam rangka pelestarian nilai-nilai perjuanagan, menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman dan mempunyai rasa tanggung jawab dalam menegakan kebenaran dan keadilan rakyat Indonesia. Sebagaimana yang telah ditunjukan oleh generasi 45 Cimande pada waktu revolusi fisik untuk menghancurkan penjajahan dari muka bumi Indonesia, telah berjuang mati-matian dengan semangat patriotisme yang tinggi, sehingga laskar rakyat Cimade telah disegani oleh lawan maupun kawan.
Jurus dan Teknik Beladiri

    Jurus-Jurus Dasar Silat Cimande:

    Kelid
    Selup
    Pamonyet
    Tungkup Selup
    Serong Gigir
    Tangkeupan
    Bolang-Baling
    Timpah Sabeulah
    Timpah Dua
    Buang Kelid Dibeulah
    Sambeuran
    Kelid Timpah Pamonyet
    Pangerodan
    Teke
    Tewak Teke
    Tewakan
    Tewak Jero
    Turugtug
    Ajulan
    Kelid timpah Potongan
    Koreh Pamonyet
    Timpah Tilu
    Pakalah
arikel ini semoga bermanfaat buat anda dan semoga anda bisa jd tau yang tadinya tidak tahu .didalam diri seseorang pasti ada kelemahan dan kelebihan ,walaupun kita tidak bisa percaya dirilah kepada kemampuan kalian.
Share:

Cari

Pencak Silat In Action

Pencak Silat In Action
Pencak Silat In Action
Adsense Indonesia
Adsense Indonesia
Pasang Iklan 125x125
Pasang Iklan 125x125

Cari Blog Ini

 
Pencak Silat Blog | Introduction to Silat Indonesia | History of Silat